BEM UI Bakal Demo Siapkan Aksi Demo di Mabes Polri, Desak Reformasi Struktural
Jangkauan Celigon — BEM UI Bakal Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengumumkan akan menggelar aksi demo di Markas Besar Polri pekan ini. Aksi ini dipicu kasus dugaan pelanggaran yang terjadi di Tual, Maluku Tenggara, yang dinilai menimbulkan ketidakadilan dan menuntut reformasi struktural di tubuh Polri.
Koordinator aksi, Ahmad Fikri, menyatakan mahasiswa menuntut evaluasi menyeluruh terhadap struktur kepolisian, peningkatan transparansi, dan akuntabilitas dalam menangani kasus-kasus pelanggaran HAM dan kekerasan aparat. “Kasus Tual hanyalah puncak dari masalah yang lebih besar. Kami ingin Polri melakukan reformasi struktural agar kepercayaan publik kembali terjaga,” ujarnya.
Polri mengaku telah menerima informasi rencana demo dan menyiapkan pengamanan di area sekitar Mabes Polri untuk memastikan aksi berlangsung tertib dan aman.
BEM UI Akan Gelar Demo di Mabes Polri Terkait Kasus Tual, Desak Perubahan Struktural
Jakarta — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyatakan akan turun ke jalan dengan agenda demonstrasi di Mabes Polri. Aksi ini merupakan buntut dari kasus dugaan pelanggaran yang terjadi di Tual, Maluku Tenggara, dan dianggap sebagai momentum untuk menuntut reformasi struktural di tubuh kepolisian.
Baca Juga: Menelisik Arti Pertemuan Sugiono dan Menlu Palestina Terkait Board of Peace
Dalam rilis resmi, BEM UI menekankan tuntutan mereka meliputi:
Penegakan hukum yang adil bagi korban kasus Tual
Evaluasi menyeluruh terhadap struktur dan prosedur internal Polri
Transparansi dalam proses investigasi dan penanganan kasus
Mahasiswa menekankan bahwa aksi ini akan damai dan tertib, serta bertujuan menyampaikan aspirasi publik terkait keadilan dan profesionalisme kepolisian.
Kasus Tual Memicu Aksi di Mabes Polri Diharapkan Jadi Tekanan Reformasi
Mereka menuntut reformasi struktural dan perbaikan sistem kerja kepolisian agar kasus serupa tidak terulang.
Koordinator aksi menyatakan, mahasiswa akan menyampaikan tuntutan secara jelas melalui orasi dan audiensi dengan pihak Mabes Polri. “Kami ingin Polri sadar bahwa publik menuntut transparansi, akuntabilitas, dan reformasi mendasar dalam struktur dan mekanisme internal,” kata Fikri.
Polri sendiri telah menyiapkan pengamanan ekstra di area Mabes Polri untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas.






