Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Jelang Kemarau 2026 Ini Peta Risiko Potensi Bencana Kekeringan Seluruh Daerah di Kalteng

Jelang Kemarau 2026
Shoppe Mall

Jelang Kemarau 2026  Peta Risiko Kekeringan Kalteng 2026: Waspadai Dampaknya Seluruh Daerah

Jangkauan Celigon – Jelang Kemarau 2026  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait menyusun peta risiko untuk memetakan potensi bencana kekeringan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Pemodelan tersebut memperhitungkan data curah hujan, suhu udara, dan kondisi sumber air pada musim sebelumnya.

Hasilnya menunjukkan sebagian besar kabupaten, terutama di wilayah utara dan tengah seperti Katingan, Kotawaringin Timur, dan Sukamara, berpeluang mengalami tekanan kekeringan kuat yang dapat berdampak pada pertanian, peternakan, serta pasokan air bersih masyarakat.

Shoppe Mall

Instansi berwenang mengimbau masyarakat dan pemerintah desa untuk melakukan langkah mitigasi lebih dini, seperti pengelolaan sumber air, pengaturan pola tanam, dan penyediaan cadangan air bersih agar dampak kekeringan dapat dikurangi.

Peta risiko ini juga menjadi dasar pembentukan posko tanggap darurat di wilayah yang diperkirakan paling terdampak, untuk mempercepat respons jika kekeringan terjadi.Tribatanews NTB

Baca Juga: Bea Cukai Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal Senilai Rp 10 Miliar


Jelang Kemarau, Peta Risiko Kekeringan Kalteng 2026: Ancaman pada Sumber Air dan Pertanian

Menjelang kemarau panjang 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyusun peta risiko bencana kekeringan yang mencakup seluruh daerah provinsi. Peta ini memetakan wilayah yang berbahaya kekeringan berdasarkan indikator kelembapan tanah, debit sungai, dan pola cuaca.

Wilayah yang memiliki risiko tinggi meliputi daerah dengan keterbatasan sumber air seperti barat daya Kalteng dan sepanjang aliran sungai kecil di kabupaten kecil. Potensi kekeringan ini diperkirakan dapat mengganggu sistem irigasi pertanian dan menyebabkan penurunan produktivitas padi dan hortikultura.

Selain itu, ancaman terhadap pasokan air minum di daerah pedalaman juga menjadi perhatian. Pemerintah diminta menyiapkan sistem distribusi air bersih darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ke depan, BPBD bersama dinas pertanian dan perikanan akan melakukan simulasi mitigasi dan sosialisasi peta risiko kepada masyarakat agar sadar dan siap menghadapi musim kemarau.


Risiko Kekeringan Menyeluruh di Kalteng: Waspadai Dampaknya Mulai dari Hulu sampai Hilir

Menjelang musim kemarau 2026, lembaga klimatologi dan BPBD Kalteng menyusun peta risiko bencana kekeringan secara komprehensif. Semua kabupaten dan kota dianalisis untuk mengidentifikasi potensi kerawanan terhadap kekeringan.

 Hal ini dapat berdampak pada suplai air minum di kota-kota besar seperti Palangka Raya.

Sektor ekonomi seperti perkebunan karet, sawit, dan padi juga diperkirakan mengalami tekanan akibat minimnya cadangan air untuk irigasi. Masyarakat desa diminta memulai langkah konservasi air sejak dini, termasuk membuat sumur resapan dan embung .


 Peta Risiko Kekeringan 2026 di Kalteng: Hati‑Hati Ancaman Kekeringan di Setiap Kabupaten

Menghadapi musim kemarau 2026, Kalteng kini dilengkapi dengan peta risiko kekeringan yang memetakan potensi ancaman di seluruh kabupaten dan kota. Peta tersebut dibuat berdasarkan data meteorologi, hidrologi, dan kondisi vegetasi sehingga dapat memberikan gambaran risiko yang lebih akurat.

Selain itu, wilayah pesisir yang bergantung pada air sungai juga diperkirakan akan menghadapi tekanan signifikan saat puncak kemarau. Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan solusi air darurat, seperti pemasangan tandon air dan unit pompa portabel.

Shoppe Mall