Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Petugas Damkar Depok Klaim Sudah Tahu Identitas Peneror tapi Belum Mau Lapor

Petugas Damkar
Shoppe Mall

1. Petugas Damkar Depok Tahu Identitas Peneror Tapi Belum Lapor Polisi

Jangkauan Celigon – Petugas Damkar Kota Depok, Khairul Umam (31), mengaku telah mengetahui identitas sosok yang mengiriminya pesan intimidasi via WhatsApp setelah viralnya konten edukasi soal fungsi helm di media sosial. Namun sampai kini ia belum membuat laporan resmi ke polisi meskipun mengetahui siapa pelakunya.

Umam menerima pesan yang berisi ancaman serta penyebaran data pribadi seperti alamat rumah dan nama orang tuanya setelah unggahan video edukatif soal helm yang ia buat menjadi viral. Meski ia tahu dari nomor WhatsApp siapa yang mengirim pesan tersebut, Umam memilih tidak memperbesar masalah dengan melapor secara formal, dengan alasan berharap masalah itu akan hilang sendiri dan tidak ingin memperpanjang urusan hukum.

Shoppe Mall

Sampai saat ini Umam belum memasuki tahap pemeriksaan sebagai pelapor karena belum ada laporan resmi yang dibuat ke kepolisian.


 2. Polisi Ungkap Identitas Peneror: Bukan Anggota Polri

Pihak kepolisian melalui Auditor Kepolisian Madya TK II Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Kombes Pol Manang Soebeti menyatakan bahwa sosok yang diduga mengirim pesan itu telah diidentifikasi berdasarkan nomor WhatsApp yang diterima Umam. Pelaku tertera berinisial Wawan Gunawan, seorang warga Subang, Jawa Barat, yang bekerja sebagai buruh harian lepas.

Manang juga mengklarifikasi bahwa pengirim pesan tersebut bukan anggota Polri sebagaimana spekulasi masyarakat di komentar unggahan Umam. Menurut Manang, dugaan itu muncul karena warganet salah paham terhadap video dan konteksnya.

Meskipun identitas pelaku sudah dibuka, langkah hukum lebih lanjut belum dijalankan karena belum ada laporan dari korban, yaitu Umam, kepada kepolisian.Peneror Damkar Depok yang Buat Konten Helm Disebut Bukan Anggota Polisi

Baca Juga: Divonis 15 Tahun dan Aset Dirampas Kerry Adrianto Kini Hadapi Banding Jaksa


3. Reaksi Umam yang Memilih Tidak Membuat Laporan

Dalam wawancara, Umam mengungkapkan bahwa ancaman yang diterimanya awalnya berupa ajakan bertemu atau sekadar obrolan ringan melalui WhatsApp. Namun, situasi berubah ketika si pengirim mulai mengancam dan menyebut elemen pribadi seperti alamat rumah.


4. Petugas Damkar Sorotan Publik dan Kekhawatiran Netizen

Kasus ini mengundang beragam respons dari publik. Sebagian warganet menyoroti bagaimana seorang petugas publik bisa mendapatkan pesan bernada intimidatif setelah membuat konten edukasi. Mereka mempertanyakan apakah hal semacam ini patut dianggap biasa atau perlu ditindaklanjuti secara hukum.

Beberapa netizen bahkan mengkhawatirkan bahwa jika kasus serupa tidak dilaporkan atau ditindak, hal ini dapat menjadi preseden buruk bagi keamanan petugas publik yang aktif bersuara di media sosial. Mereka menganggap bahwa menyebarkan data pribadi orang lain dalam konteks ancaman dapat menimbulkan efek negatif.


5. Implikasi Hukum dari Tidak Melapor Meski Sudah Tahu Identitas

 Tanpa laporan, polisi tidak memiliki dasar untuk melakukan langkah hukum lebih lanjut.

Shoppe Mall