Wamen P2MI Ungkap Ada Ratusan PMI Ilegal di Iran, Keluarga Diminta Proaktif Laporkan Data
Jangkauan Celigon – Wamen P2MI Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengungkapkan adanya ratusan pekerja migran Indonesia yang berada di Iran tanpa status resmi.
Menurut data sementara dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), jumlah pekerja migran Indonesia yang tidak memiliki dokumen lengkap di negara tersebut diperkirakan berkisar antara 100 hingga 200 orang.
Dzulfikar menyampaikan bahwa pemerintah masih terus mengumpulkan data yang lebih akurat terkait keberadaan para pekerja migran tersebut. Karena itu, ia meminta keluarga di Indonesia untuk proaktif menyampaikan informasi kepada pemerintah.
“Kami berharap keluarga yang mengetahui anggota keluarganya bekerja di Iran dapat segera melaporkan data mereka,” ujar Dzulfikar.
Langkah ini penting agar pemerintah dapat memberikan perlindungan maksimal jika terjadi situasi darurat.
Pemerintah Cari Data PMI Ilegal di Iran, Wamen P2MI Minta Bantuan Keluarga
Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mengungkap adanya ratusan pekerja migran Indonesia yang berada di Iran secara nonprosedural.
Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengatakan jumlah mereka diperkirakan mencapai sekitar 100 hingga 200 orang berdasarkan informasi dari KBRI.
Baca Juga: Kandang Sapi Milik Pemprov DKI Bakal Dibangun di Ciangir Kapasitas 1.000 Ekor
Ia menegaskan bahwa pemerintah masih berupaya memverifikasi identitas dan keberadaan para pekerja migran tersebut.
Untuk mempercepat proses pendataan, keluarga para pekerja migran di Indonesia diminta aktif melaporkan informasi yang mereka miliki kepada pemerintah.
Dengan data yang lengkap, pemerintah dapat memastikan perlindungan dan langkah penanganan jika diperlukan.
Sekitar 200 PMI Ilegal Diduga Berada di Iran
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyebut terdapat ratusan pekerja migran Indonesia yang berada di Iran tanpa status resmi.
Menurutnya, berdasarkan laporan sementara dari pihak kedutaan, jumlahnya diperkirakan antara 100 hingga 200 orang.
Dzulfikar menekankan pentingnya pendataan agar pemerintah dapat memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia di luar negeri.
Ia juga mengimbau keluarga yang memiliki kerabat bekerja di Iran untuk segera menyampaikan data kepada pemerintah atau instansi terkait.
Dengan begitu, pemerintah dapat memantau kondisi mereka serta menyiapkan langkah perlindungan jika terjadi situasi darurat.
Ratusan PMI Ilegal di Iran, Pemerintah Minta Keluarga Segera Laporkan
Keberadaan pekerja migran Indonesia di Iran menjadi perhatian pemerintah. Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyatakan bahwa terdapat ratusan pekerja migran yang berada di negara tersebut secara ilegal.
Berdasarkan data sementara dari KBRI, jumlahnya diperkirakan antara 100 hingga 200 orang.
Untuk memastikan keselamatan mereka, pemerintah tengah melakukan proses pendataan dan pemantauan.
Dzulfikar meminta keluarga para pekerja migran di Indonesia untuk membantu memberikan informasi terkait keberadaan anggota keluarganya di Iran.
Menurutnya, partisipasi keluarga sangat penting agar pemerintah dapat mengambil langkah perlindungan yang tepat.
Dikumpulkan, Wamen P2MI Imbau Keluarga Kooperatif
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyebutkan adanya ratusan pekerja migran Indonesia yang bekerja di Iran secara ilegal.
Data sementara menunjukkan jumlah mereka berkisar antara 100 hingga 200 orang.
Pemerintah saat ini sedang melakukan pendataan untuk memastikan identitas serta kondisi para pekerja migran tersebut.






